SENIRUPA BARU INDONESIA GEBRAKAN INTELEKTUALISME PERUPA WAN

SENIRUPA BARU INDONESIA   GEBRAKAN  INTELEKTUALISME  PERUPA WAN.

Oleh : KP Hardi Danuwijoyo.( pelukis .pekeris . pewayang ,budayawan )

 

SITUASI UMUM

Gerakan Senirupa Baru 1975 ,tak bisa dipisahkan dari peristiwa kesenian dan peristiwa sosial sebelumnya. Yang saya maksud adalah  1. Peristiwa politik Malari 2. Polemik  Senilukis Indonesia belum ada antara Oesman effendi dan S.Sudjojono  dilain pihak . 3.Berdirinya Taman Ismail Marzuki  yang dilanda gila kreatifitas.4. Pernyataan Desember Hitam 1974.

  1. Peristiwa Malari adalah sebuah gerakan mahasiswa yang meletus pada 15 Januari 1974.yang inti gerakannya ,menolak dominasi modal asing (multi national corporation ).Setelah Malari kalah ,maka pangkomtip jendral Sumitro mengadakan safari politik ke kampus2 besar Indonesia untuk meredam situasi supaya terkendali .Impact kulturalnya adalah muncul dan menguat , bengkel teater Rendra , Penyair Malioboro  .yang mulai bangun tidur dan terlibat masalah sosial. Senirupa dikampus Jogya dan Bandung mulai muncul embrio terlibat . Emoh dikatakan nir politik .
  2. Sebelumnya muncul polemik senilukis , mengenai ada tidaknya senilukis Indonesia oleh Oesman efendi,yang disanggah oleh S.Sudjojono. Polemik tersebut penting dicatet karena setelah GERAKAN PERSAGI 1938/1937 oleh S.sudjojono cs yang berideologi MENCARI CORAK NASIONAL INDONESIA .belum ada lagi isue besar didunia senilukis Indonesia.
  3. Berdirinya Taman Ismail Marzuki yang dibikin sebagai oase dan sebuah tempat kreatif  yang di dirikan Ali Sadikin  dan dominasi oleh eks PSI (partai Sosialis Indonesia ),bertujuan pula memfilter  seniman eks LEKRA untuk tampil.Ditempat tersebut dibutuhkan kreatifitas yng besar untuk dilahirkan. Di Teater ada Rendra ,Arifin c noor ,tari ada Sardono kusumo,Sastra ada Gunawan mohamad ,Sutarji Calsoum bachri,, musik ada Slamet abdul syukur ,Sukaharjana ,juga  didirikannya  Institut Kesenian Jakarta.
  4. Pernyataan Desember Hitam 1974 adalah akumulasi dari gairah untuk kreatif dan gairah lepas dari kemapanan ,yang oleh DA peransi disebut  Immanensi.Rumusan dari Desember Hitam ,yang notabene di konsep oleh DA Peransi seorang cineas dan ahli filsafat juga pelukis abstrak , lulusan JERMAN yang baru tiba dan mengajar di IKJ, dengan cemerlang di preambulnya dirumuskan bhw  sejak beberap tahun yang lalu kegiatan seni budaya diselenggarakan oleh PENGUSAHA seni tanpa strategi budaya yang jelas  akan menimbulkan erosi spiritual.
  5. Poin2 yang berjumlah 5 itu sebetulnya ,normatif saja ,walaupun  isinya kritik terhadap kaum establis dalam hal ini oknum2 DKJ dan juri Bienalle yang pertama kali diadakan dimana ,yang memenangkan karya terbaik Bienalle  lukisan  bergaya dekoratif  dengan label berakar budaya indonesia . Pelukis muda yang diundang pameran kala itu  Bonyong ,Adiati Siti ,Harsono ,Ries Purwono ,Nanik Mirna dan Hardi ( yang termuda )Kami berlima ikut menandatangi pernyataan tadi dan akibatnya kami di skors oleh Abas alibasyah direktur STSRI ASRI.

Dari 5 point yang saya anggap sebagai faktor obyektip tadi dimana sisuasi sosial mematangkan situasi dengan semangatnya  media  memblow up , yang menginginkan adanya gejolak atau gebrakan perubahan didunia SENIRUPA.

Dengan di skorsing nya kami ber 5 dari STSRI ASRI peristiwa tersebut menjadi isue nasional.Seluruh koran besar dan majalah terkemuka memuat peristiwa  tragedi pendidikan di lembaga SENI yang memuja Kebebasan itu . Saya bisa sebut sebagai  kehendak SEJARAH. Itu kehendak TUHAN .

 

@@@@@

 

 

 

 

MEMATANGKAN BENTUK KARYA

1.Dalam Bienalle yang pertama  itu , karya kami sudah tampak adanya pembaharuan ,tidak seperti pada umumnya . Bonyong dengan boneka yang ditempel, Adiaty dengan Cermin ,Nanik Mirna optical art. Harsono abstrak.saya karikatural melukis Affandy bertoga dan lukisan Babi sebagai background nya .itu merupakan modal. Situasi tersebut semakin mateng ,dengan kami dipertemukan TUHAN dengan seorang Jimmy Supangkat . dari ITB. Karyanya sadis , boneka disuntik , dan patung2 yang tak lazim. Kelebihan dari Jimmy adalah ia bisa berpikir. Pintar merumuskan konsep . Kemudian lahirlah Senirupa Baru itu .

Jimmy untungnya memiliki Sanento Yuliman . Gurunya di ITB. Baru pulang dari Perancis ,tentu pintar merumuskan keadaan pula . Kemudian kami ber 11 hamil bersama . pertemuan intensip,jogya bandung ,dan atas dukungan DKJ /TIM kami diberi  tempat berpameran . Ajaibnya kami berlima masih berstatus mahasiswa . Tapi kami sdh punya nama didunia senirupa . sejak tahun 1973 kami sudah melakukan pameran kelompok diluar kampus. Saya sdh pernah bikin polemik tahun 1974  dikoran Sinar Harapan ,dengan Umar Khayam ,Satyagraha Hurip ,Zaini dll. Kami cukup terkenal. Khususnya saya .

Ajaibnya pula ,kenapa kami bisa menyiapkan karya2 untuk pameran senirupabaru ,yang 3 dimensi. Mencari sponsor  kesana kemari dengan uang tak seberapa .Jimmy lebih bonafide daripada kami . putra seorang dokter senior , kalau tidur berpiyama ,makan teratur ,tentu lebih mapan .itulah romantikanya.

Karya2  Jimmy CS ,kami belum lihat . Untuk persiapan katalogus , kami membikin konsep2 normatif sederhana . Karena kami juga sedang mencari bentuk dengan material murah meriah . merumuskan sesuatu yng sedang berproses sangatlah sulit. Tapi secara intuitif kami memiliki persamaan . 1. Harus ada PERUBAHAN  bentuk dari senirupa sebelumnya.2. Merespon masalah sosial yang ada dengan cara masing masing. 3.Tidak komersial. 4.Menarik perhatian publik sedikit bombastis . 5. NEKAD.

Tanggal 2-7 Agustus 1975 ,kami berpameran. Pengunjung membludag . lebih dari 1000 penonton yang menyaksikan ,suatu pameran yang tak lazim. Karya2 senirupa baru mnenjadi kanal politik . Kekecewaan dengan pemerintah orde baru mulai tersalur. Ada puluhan tuduhan newleft. Seluruh koran dan majalah menurunkan redaktur budaya untuk meliput ,bahkan memberikan halaman utama untuk diisi penulis tentang senirupabaru.

Maka menurut saya lahirnya SENIRUPA BARU tak lepas dari  4 faktor situasi umumn.

  1. Peristiwa Malari.
  2. Polemik senilukis indonesia ada atau tidak
  3. Berdirinya PKJTIM
  4. Pernyataan Desember Hitam.

KESIMPULAN .

GSRB adalah suatu aliran estetika yang terbuka terhadap PERUBAHAN pada kurun waktu apapun.

GSRB adalah suatu aliran estetika yang dinamis ,bersifat beragam ,campur aduk ,bombastis ataupun berkonsep.

GSRB  adalah suatu aliran estetika yang bersumber pada situasi lokal dan global dengan muatan sosial kemanusiaan. Serta eksperimen jelajah KEBENTUKAN .

GSRB adalah kehendak zaman yang menginginkan perubahan kebudayaan ,dan merupakan TAKDIR TUHAN .

Beruntunglah negara yang telah melahirkan GSRB. TOP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: