REGNUM FUNGI : SENI SEBAGAI BENTUK PENGETAHUAN

REGNUM FUNGI : SENI SEBAGAI BENTUK PENGETAHUAN

Prolog

Salah satu hal yang menarik dari perkembangan seni rupa pada masa kini adalah kemampuannya untuk meleburkan diri dengan berbagai disiplin keilmuan sebagai sebuah wilayah yang memiliki kemampuan untuk memproduksi teori dan pengetahuan di dalam tubuhnya sendiri. Praktik seni rupa kontemporer yang bersifat terbuka, dinamis dan cair membuat wilayah tersebut penuh dengan hadirnya berbagai riset-riset artistik yang kemudian menghasilkan beberapa teori untuk menjelaskan ke ‘kini’ an yang hadir dalam tubuhnya. Seniman masa kini pun tidak hanya mampu untuk melakukan negoisasi serta menerima kritik seni secara terbuka, ia mulai memasukan metode riset dan ilmu pengetahuan kedalam proses kreatif mereka dalam berkarya. Pada beberapa seniman hal tersebut dilakukan secara intensif hingga berada pada tingkatan yang memungkinkan karya seni berkembang sebagai sebuah bentuk pengetahuan yang berdiri sendiri. Pada perkembangan yang lebih jauh pola produksi karya seni di masa kini dihasilkan dari perkembangan dan penyebaran informasi yang lebih luas dan beragam. Karenanya medan sosial seni rupa saat ini secara global telah menjadi ruang yang penuh dengan kemungkinan, pertukaran dan komparasi pengetahuan bagi setiap elemen yang ada didalamnya. Dimana karya-karya yang hadir pada masa kini menuntut pembacaan ulang dengan metode dan pola pikir yang berbeda dengan mulai memiliki referen lain diluar sejarah dan estetika. Walaupun pola produksi pengetahuan dari karya seni masa kini melalui mekanisme diatas masih menjadi perdebatan pada banyak kalangan akademisi dan institusi akademi seni. Pemaparan diatas dirasa perlu disampaikan untuk menghantarkan hadirin dalam membaca karya dari Syaiful A. Garibaldi pada pameran tunggalnya kali ini.

Dunia “Terhah”

Seniman di masa kini memiliki akses informasi yang tidak terbatas untuk melakukan penelitian terhadap berbagai ketertarikannya untuk kemudian ia terapkan sebagai bagian dari proses berkarya. Metode tersebut memberikan sumber referensi tak terbatas bagi seniman yang menggunakan imajinasi sebagai landasan dari karya-karyanya. Imajinasi adalah kekuatan untuk membangun citra mental dari persepsi  terhadap benda yang telah diberi pengertian. Imajinasi sama sekali berbeda dengan khayalan. Imajinasi pada kenyataanya adalah  sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan. Imajinasi, memungkinkan seniman untuk mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran. Ia dapat mengembangkan sesuatu dari ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekedar pikiran yang terlintas dalam benak. Imajinasi pulalah yang menghatarkan Syaiful A. Garibaldi untuk mewujudkan dunia imajinernya menjadi sebuah bentuk nyata. Dunia imajiner yang berisi berbagai macam mahluk hasil imajinasinya dengan bentuk visual yang menyerupai protozoa (mahluk satu sel tunggal). Secara spesifik pula Syaiful A. Garibaldi mengkonstruksi sistem tanda dan tata bahasa bagi mahluk-mahluknya tersebut. Penelitiannya terhadap sistem tanda dan bahasa menghantarkannya pada bahasa Esperanto. Sebuah tata bahasa artifisial yang diciptakan oleh L. L Zamenhoff pada tahun 1887, ditujukan sebagai bahasa global yang mudah dipelajari dan dikembangkan. Melalui riset dan penelitian terhadap struktur bahasa Esperanto, Syaiful A. Garibaldi kemudian menciptakan sistem tanda dan tata bahasanya sendiri yaitu bahasa “Terhah” pada tahun 2007. Yang kemudian menjadi nama bagi seluruh dunia imajinernya. Dunia “Terhah” menjadi wilayah mediasi bagi ilmu pengetahuan untuk berpadu dengan seni melalui imajinasi pada proses berkarya Syaiful A. Garibaldi.

Riset terhadap dunia renik (mikroorganisme) kemudian menjadi sumber referensi untuk memperkaya dan membangun landasan empiris bagi dunia imajiner Syaiful A.  Garibaldi. Terpukau oleh bentuk-bentuk dari kehidupan yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop, Syaiful mengawali perjalanannya mengarungi dunia renik dengan meneliti bakteri. Hal tersebut menjadi salah satu poin penting dalam perkembangan karyanya. Karena pada prosesnya, Syaiful A. Garibaldi harus bekerja sama dengan para ahli dibidang mikrobiologi. Kerjasama yang pada berbagai hal mengharuskan dirinya untuk bisa melakukan negosiasi terhadap berbagai batasan dan aturan yang menjadi metoda pada berbagai penelitian ilmiah. Hasil penelitian dan riset tersebut kemudian ia rekam dalam bentuk sebuah jurnal visual yang berisikan berbagai sketsa, coretan ide hingga drawing dengan menggunakan gouache. Proses riset dan kerjasama tersebut kemudian membentuk pola kebiasaan yang baru pada proses berkarya Syaiful A. Garibaldi. Ia kini lebih terlatih dalam membentuk struktur visual pada karya-karyanya. Landasan empiris yang ia bangun pada karyanya memberikan Syaiful kemampuan yang lebih baik untuk mendekatkan dunia “Terhah” pada Dunia nyata. Hal tersebut ia capai dengan memberikan rekaan secara spesifik bagaimana mahluk-mahluk di dunia tersebut berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.    Melalui riset dan penelitian yang mendalam Syaiful berhasil mengaburkan batas antara apa yang imajiner dengan apa yang nyata pada karya-karyanya.

Seni Sebagai Bentuk Pengetahuan

Regnum adalah bahasa latin yang secara harafiah berarti kerajaan, pada ilmu biologi digunakan untuk menandakan klasifikasi spesifik dari spesies tertentu. Sedangkan Fungi memilki arti sebagai Jamur. Regnum Fungi yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti kerajaan jamur/dunia jamur merupakan tajuk dari pameran tunggal pertama Syaiful A. Garibaldi. Sebagai terminologi yang lebih dikenal dalam ilmu Biologi penggunaan Regnum Fungi sebagai tajuk pameran ditujukan untuk menandai keberagaman dari riset dan eksplorasi terhadap berbagai jamur yang telah ia lakukan. Serta penjelajahan artisitik yang ia dapatkan selama mendalami dan berinteraksi dengan disiplin ilmu yang lain. Pada pameran ini Regnum Fungi menjadi judul dari serangkaian karya drawing, etsa, instalasi dan video dokumentasi dari perjalanan riset dan studi S A. Garibaldi selama hampir 2 tahun terakhir dalam menyelami dunia fungi atau jamur sebagai karya tunggal.

Jamur memiliki sifat dan dunia dengan kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang menjadi berbagai bentuk yang tidak terduga. Hal serupa juga dimiliki oleh dunia ‘Terhah’. Dalam riset dan studinya S A. Garibaldi mempelajari kemampuan untuk mengendalikan pertumbuhan dari beberapa jamur yang memiliki bentuk menarik dan dapat ia akses. Selayaknya seorang peneliti ia merekam seluruh reaksi dan hasil dari setiap eksperimen dan percobaan yang ia lakukan. Dari serangkaian percobaan dan eksperimen terhadap jamur tersebut , lahir berbagai inspirasi baru yang ia terapkan pada proses penciptaan karyanya. Setiap perubahan bentuk, warna dan sifat dari jamurnya adalah sebuah perkembangan yang kemudian akan memperkaya  dunia  ‘Terhah’.  Pada beberapa kesempatan Syaiful berusaha mengembalikan perasaan terpukau yang ia rasakan  terhadap dunia jamur ketika melakukan penelitian kepada pengunjung yang hadir melalui berbagai karyanya. Hadirnya berbagai jenis jamur pada ruang pamer kali ini adalah salah satu bentuk keterbukaan Syaiful dalam menghargai Jamur sebagai bentuk kehidupan, pengetahuan dan sumber inspirasi. Alih-alih melakukan apropriasi bentuk, sifat dan warna dari jamur-jamur tersebut kedalam karya-karyanya, Syaiful memilih untuk bekerja sama dengan jamur yang baginya memiliki estetika tersendiri. Hal tersebut tidaklah mudah karena Syaiful harus bekerja dalam kaidah dan aturan yang memungkinkan jamur-jamur tersebut untuk dapat hidup dan berkembang hingga mencapai bentuk yang ia harapkan. Walaupun sebenarnya bentuk akhir atau hasil dari berbagai perlakuan yang ia terapkan tidak dapat diprediksi. Proses yang memiliki berbagai kemungkinan yang tidak terbatas serta ketidakpastian tersebut menjadi sebuah paradoks bagi metode penelitian yang pada kenyataannya berada pada sejumalah aturan dan batasan yang rigid. Disisi lain hal itu pula yang menjadikan seluruh proses riset yang Syaiful lakukan memiliki kedekatan dengan wilayah imajinasinya. Kemungkinan yang tidak terbatas. Syaiful kemudian tidak betindak gegabah untuk mencampur adukan kedua wilayah tersebut pada karya-karyanya. Ia menggunakan imajinasinya untuk memperluas kemungkinan dalam batasan dan aturan yang rigid ketika melakukan eksperimen terhadap jamur. Hasil dari eksperimen tersebut kemudian ia gunakan untuk memperkaya imajinasinya, sebagai landasan bagi perkembangan dunia ‘Terhah’ secara empiris.

Apa yang hadir pada pameran kali ini adalah sebagian kecil wilayah penjelajahan imajinasi dan ilmu pengetahuan Syaiful, sebagai salah satu proses produksi pengetahuan yang tersinkretiskan pada karya-karyanya.  Keterbukaan Syaiful untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan penelitiannya membuka gerbang seni sebagai salah satu bentuk pengetahuan untuk dikonsumsi bagi khalayak yang lebih luas. Imajinasinya tidak akan nampak nyata tanpa serangkaian proses riset serta eksperimen yang memerlukan kedispilinan dan berada dalam sejumlah aturan tertentu. Dan Jamur pun tidak akan menggugah wilayah intelektual kita secara estetis tanpa imajinasi Syaiful ketika ia menghadirkannya pada pameran kali ini. Karenanya pada karya-karya S A. Garibaldi kali ini kita akan melihat keteraturan, kerumitan dari pola kerja seorang ilmuwan yeng berpadu dengan imajinasi, kreatifitas, kejelian seniman dalam menangkap imaji dari dunia mikro dalam hal ini adalah jamur. Bekerjasama dengan mahasiswa dan pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – ITB  karya-karya S A. Garibaldi akan  memberikan kesegaran baru dalam bentuk sinkretisme antara imajinasi dan logika ilmu pengetahuan.

-RFNDP-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: