Daily Life

Dalam komunikasi massa berbagai makna tentang tokoh dan informasi penyiaran lain pada populasi luas dilakukan melalui mass media, bisa berupa: visual, suara, kata. Disampaikan melalui media publik sebagai suatu opini umum mulai dari berita dan hiburan ke medium-medium seperti surat kabar, televisi, siaran radio & penerbit teks. Konsep dari media massa dalam budaya massa cukup rumit, contohnya dalam media internet individu mendapatkan suatu penjelasan yang sebelumnya belum pernah diangkat.

Perubahan yang cepat pun berlangsung. Lahir aliran, gaya , dan pemikiran tentang budaya populer, seperti: Postmodernism, Neo-Geo, dan Appropriation Art (berdasarkan pada budaya populer, mass media, dan penafsiran semiotik). Pengalaman melalui media hadir dalam gabungan dari teks, images, and sounds, bukan hanya satu macam. Dimulainya masa dengan tantangan mempelajari studi visual sebagai sebuah sistem, tidak murni visual.

Saat media menjadi bagian terpenting kehidupan, manusianya larut dalam ‘global village’ dan berlomba dengan informasi-informasi yang lebih cepat.Perubahan tersebut akan menjadikannya lebih cepat, percepatan. Ini merupakan kajian post-modern dan merupakan gambaran, masyarakat post-industrial. Sesuatu yang dominan disini: industri dan media, budaya dan kepentingan. Meminjam ungkapan Tonnies, sosiolog klasik yang mengkaji budaya kota , tentang suatu ramalan yang mungkin cukup tepat, yaitu posisi sesorang yang bukan sebagai anggota komunitas, namun merupakan objek yang dipertemukan oleh kepentingan.

Teknologi informasi, komoditas, tontonan, sebagai tiang-tiang wacana kapitalisme, dan kepadanya manusia akan melakukan refleksi, ‘melihat dirinya sendiri’. Dalam studi budaya muncul wacana tentang “ketaksadaran massal” akan terjadi transformasi, “pembentukan kembali diri”, dan perumusan kembali “makna kehidupan”, sebagai akibat menjelmanya dunia ”realitas semu” (mall, etalase, iklan, media, bentuk-bentuk tontonan, dsb). Sejak munculnya budaya pop dan Industri, manusia telah dianggap dibentuk iklan, TV, film, musik pop, dan budaya apapun yang muncul di media. Studi Budaya adalah disiplin ilmu yang mmpelajari segala hal dalam budaya manusia. Menurut Bennet (1998), terkait dengan semua praktik, institusi dan sistem klasifikasi yang tertanam dalam nilai-nilai, kepercayaan, kompetensi, rutinitas kehidupan dan bentuk-bentuk kebiasaan perilaku suatu masyarakat. Selain itu hadir juga visual culture study yang mempelajari budaya visual.

Tentang budaya populer, seringkali dihadap atau bandingkan dengan budaya yang lebih eksklusif, yaitu budaya tinggi. Biasa berasal dari penganut paham elitisme. Low culture atau budaya rendah adalah suatu istilah yang biasa dipakai untuk merendahkan budaya pop. Budaya yang sering diperbincangkan dalam sejarah awal mula budaya ini dianggap sama dengan budaya tinggi oleh para ahli, yaitu sebagai bagian sub-kultur. Lembaga dalam budaya modern menjalankan organisasi, hingga menetapkan dan disahkan keberadaannya oleh lembaga yang lebih besar. Contoh: untuk kajian akademis mungkin dipegang oleh pergurun tinggi, untuk mode oleh (misalnya) Christian Dior, dan pemerintah oleh DPR. Masyarakat dalam hal ini hubungan sosial dan budaya yang tercipta bukanlah suatu yang alami. Budaya sendiri menggambarkan dominasi kekuasaan, hukum, identitas. Penciptaan budaya terjadi karena dimungkinkannya signification lintas komunitas dan waktu. Masyarakat massa cenderung mengadopsi suatu budaya yang terlihat menarik. Mass society adalah 1 kategori dari masyarakat industrial. Media massa mengkonstruksi masyarakat dengan (misalnya) budaya pop, melalui tulisan dan visual yang dapat dibaca dan diterima. Dengan media massa (sebagai industri kebudayaan) budaya massa terbentuk dalam masyarakat massa.

McCombs dan Donald Shaw menuliskan, dalam teori agenda setting, bahwa audience tidak hanya mempelajari berita-berita dalam hal-hal lainnya melalui media massa , tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting diberikan pada suatu isu topik dari cara media massa memberikan penekanan terhadap topik tersebut. Misalnya saja dalam merefleksikan apa yang dikatakan oleh para kandidat dalam suatu kampanye pemilu, media massa terlihat menentukan mana yang topik yang penting. Dalam budaya media yang seperti, kehidupan manusia mamasuki era selebritas yang sangat bergantung pada media. Di zaman modern hadir suatu prinsip yaitu industri yang menguntungkan dengan menciptakan dan menyebarkan budaya material, yaitu budaya popular (pop). Chaney berpendapat, perbedaan antara zaman modern dan klasik adalah bentuk hak istimewa kebangsawanan yang sudah tidak ada lagi berubah menjadi kegiatan orang-orang dalam memanfaatkan sumber daya dan hak-hak istimewa yang ada.

Usman Apriadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: